Minggu, 30 September 2012

Inilah Kunci Pelajar Non- Muslim Kuasai Ilmu Matematika



Tidak dipungkuri saat ini pelajar Muslim di Indonesia tertinggal jauh dalam hal penguasaan ilmu matematika dari pelajar non-Muslim. Indikatornya, dominasi pelajar-pelajar non-Muslim pada setiap olimpiade matematika, baik tingkat regional maupun nasional.

Menurut Ir R Ridwan Saputra MSi, Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), salah satu sebab pelajar non-Muslim unggul pada bidang matematika karena semangat minoritas. “Dengan status sebagai minoritas justru menjadi pemicu bagi mereka untuk belajar matematika. Mereka ingin membuktikan kepada mayoritas,” kata Ridwan saat konferensi pers tentang Fakruddin ar-Razi Competition (FRC) 2012 di kantor Majalah Gontor, Jakarta, Jum’at (28/09/2012) siang.

Selain itu, pelajar non-Muslim ditanamkan visi bila menguasai matematika, maka akan mudah menguasai ilmu lainnya. “Matematika adalah ilmu kecerdasan dasar. Jika matematikanya bagus, maka seseorang akan mudah mempelajari ilmu lainnya,” jelas Ridwan.

Tidak heran jika banyak pelajar non-Muslim begitu mati-matian mempelajari matematika. Kata Ridwan, hal yang biasa jika dalam sehari mereka mempelajari matematika selama delapan jam.
“Bahkan ada pelajar non-Muslim dari Surabaya rutin menggunakan pesawat hanya untuk belajar matematika selama dua jam di Jakarta. Itulah unggulnya mereka,” tandasnya.

Namun, Ridwan yakin dengan kemauan yang keras untuk belajar matematika pelajar Muslim dapat menyaingi pelajar non-Muslim. Selain itu, peran serta para orangtua dan lembaga pendidikan Islam sangat dibutuhkan.*/hidayatullah.com
Red : Khansa Salsabillah

Latihan Passive Text

 besok ada pr eng tentang passive voice, jadi ane copas aja dari blog lain ni contoh-contoh soal..

1.    R.A. Kartini ____ in Jepara in 1879.
a. is born                d. would be born
b. was born            e. has been born
c. will be born
2.  The books in the library ___ in alphabetical order.
    a. is arranged            d. have arranged
    b. was arranged            e. has arranged
    c. have been arranged
3.   A big dam ___ in this area next year.
    a. will build            d. has been built
    b. will be built            e. is being built
    c. would be built
4.   We can’t swim in the swimming pool now because it ___.
    a. was being cleaned        d. will clean
    b. is being cleaned            e. cleaned
    c. has been cleaned
5.   They had just been living in the house for two years when it ___ by the fire.
    a. destroyed            d. will be destroyed
    b. had destroyed            e. is being destroyed
    c. was destroyed
6.   She looks after the baby well.
    The passive form is ____
    a. the baby is well looked after        d. the baby is being looked after well
    b. the baby was looked after well        e. the baby would be well looked after
    c. the baby will be well looked after
7.   Everybody knew that he had shown great loyalty to the company, therefore he ____ a big sum of money at the anniversary of the company.
    a. rewarded            d. is being rewarded
    b. was rewarded            e. has been rewarded
    c. will be rewarded
8.   At the moment the old building ____ to make space dor a parking lot.
    a. demolishing            d. had been demilishing
    b. is being demolished        e. is demolishing
    c. was being demolishing
9.   Sita is waiting for her birthday party dress because she ____ a new one by her mother.
    a. has promised            d. has been promising
    b. will be promised        e. was being promised
    c. will be promised
10. As the victem was badly hurt in the car accident, he ____ to the nearest hospital.
    a. will be taken            d. was taken
    b. is being taken            e. took
    c. has been taken

sumber:http://4englishcourses.blogspot.com

Change these Active sentences into Passive Voice!
1. I write a letter.
2. He is buying a car
3. He hated me.
4. I was admiring this statue.
5. They will polish the car.
6. I have punished those children.
7. She would sell her house.
8. We had found your watches.
9. David didn’t rode the bicycle.
10. She cut my nail.
11. We are arresting the pickpocket (copet)
12. I shall buy a car.
13. Do you love me?
14. Have you paid all debt? (debt=hutang)
15. I have found your wallet.
16. Mr. Thomson doesn’t trust you.
17. He teaches me English.
18. The servant sweeps the rooms.
19. Mother makes a cup of tea.
20. She takes a plate from the cupboard.
21. My uncle used my car.
22. People admire the picture.
23. The wind blew his hat down the street.
24. They will take her to hospital tomorrow.
25. The police gave me $5 reward.
26. They will send Nazarudin to prison.
27. People should make lesson more interesting.
28. They have eaten all the dinner.
29. Somebody left the light on all night.
30. No one can answer your question.
31. They built two new house last year.
32. Someone has stolen my collection of coin.
33. Lions attacked the travelers.
34. I have sharpened the knives.
35. Someone blew whistle three times.
36. The police have to put you in prison.
37. We have found the stolen car in another town.
38. You didn’t feed the chicken yesterday.
39. The students can submit their assignments.( tugas)
40. We must write the answers on one side of the paper.

Change these Passive sentences into Active voice!
1. I was offered me a good seat. (seat = tempt duduk)
2. You have been vaccinated by the doctor.
3. Has the lion been shot by you?
4. Mr. David will be visited by me next week.
5. The lamp is broken by my brother.
6. The composition was written by me.
7. All of the boxes will be moved by the workers.
8. My book have been stolen.
9. The piano was being played loudly by my neighbor.
10. Milk is used for butter and cheese.
11. You have been invited by the headmaster.
12. A clever student was praised by the teacher.
13. The machine has to be cleaned every month.
14. The house was built in 1995.
15. Some computers were stolen by the thieves last night.
16. Cars are produced by Japanese.
17. This machine is operated by a robot.
18. The book was printed by Gramedia.
19. The building has been guarded by the securities.
20. This picture was painted by an artist last year.
21. The office was redecorated last nigt.
22. Printing machines were invented in 1450.
23. Attention is not given by his parents.
24. Cathy’s birthday will be celebrated by her family next week.
25. The ball should be kicked by the player.

http://friendsgeorge.blogspot.com/

jadi mukmin yang kuat lalu hajar!!

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah….” (HR. Muslim [2664] lihat Syarah Nawawi, jilid 8 hal. 260).

Hadits tentang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah bukanlah hadits yang asing di telinga kita. Namun hadits ini jarang direnungi dan diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari hari. Padahal, jika kita sambungkan dengan fenomena umat Islam yang terjadi di era kontemporer ini, hadits ini bisa menjadi solusi yang tepat.

Hari ini, umat Islam adalah umat yang tidak lagi menjadi umat yang diperhitungkan oleh musuh-musuhnya.

Lihat saja permasalahan Palestina, Iraq, Pattani, Uygur, dan sekarang di Rohingya, ribuan bahkan jutaan saudara-saudara kita dibantai sedangkan segelintir saja diantara kita yang peduli dan mau berbuat sesuatu untuk menolong mereka. Umat ini tidak lagi ditakuti jika marah melihat fenomena-fenomena semacam itu, karena memang segelintir orang saja yang peduli dan marah. Sedangkan yang segelintir orang yang prihatin dan marah itu tidak banyak juga yang mau berbuat melakukan sesuatu yang nyata-nyata dibutuhkan oleh muslim yang tertindas dibelahan dunia lainnya tersebut. Aksi-aksi demonstrasi turun ke jalanan hanya menjadi gebrakan-gebrakan sesaat yang keesokan harinya sudah lupa. Tenggelam lagi ke dalam kesibukan mereka sehari-hari.

Lalu, mengapa kita begitu diremehkan oleh musuh-musuh Islam?

Jawabnya jelas sudah tertera dalam hadits di atas.  Yaitu karena saat ini kita bukanlah tergolong umat Islam yang didalamnya terdapat pribadi-pribadi mukmin yang kuat. Maka dari itu dalam tulisan ini saya mencoba mendefinisikan kriteria “kuat” yang relevan dengan solusi permasalahan kita saat ini.

Pertama, kuat dalam hal keimanan. Jika faktor keimanan umat Islam ini masih bercampur dengan syirik, maka umat ini sudah kalah sebelum bertanding. Bagaimana mungkin Allah Swt akan menolong hambaNya yang menduakan Allah Swt atau menganggap ada sesuatu lain yang bisa (berkuasa) memberikan manfaat dan mudharat selain Allah Ta’ala?

Dalam berbagai peperangan di jaman Rasulullah Saw, umat Islam sering dihadapkan dengan kondisi yang tidak setara dalam hal kuantitas. Lihat sejarah perang Badar! Tentara muslim hanya sekitar 300 orang sedangkan kaum musyrikin mencapai lebih dari 1000 orang pasukan. Lalu apa yang membuat tentara muslim ketika itu memenangkan peperangan? Jawabnya hanya satu, karena kondisi keimanan mereka sedang dalam kondisi terpuncak! Tekad dan tawakal mereka kepada Allah Swt sangat luar biasa! Mereka yakin-seyakin-yakinnya bahwa Allah Swt PASTI menolong hambaNya yang bertaqwa! Pasti! Itu keyakinan mereka yang menjadi modal kemenangan.

Kedua, kuat dalam aspek keilmuan dan pemikiran. Jelas sekali bahwa faktor keilmuan tidak dapat digeser kedudukannya sebagai modal perlawanan terhadap musuh-musuh Islam. Selama kita tetap dalam kondisi bodoh, malas, tidak bersemangat menuntut ilmu, dan meremehkan ilmu, maka selama itu pula kita akan dianggap umat yang tolol. Kita terlalu disibukkan dengan mempelajari ilmu-ilmu yang fardhu kifayah dan melupakan pentingnya ilmu tentang agama yang fardhu ‘ain. Ditambah lagi, bahwa ilmu agama jelas dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia didunia, maupun diakhirat.

Umat Islam dimasa kejayaannya selama berabad-abad lamanya bukan diisi oleh orang-orang malas menuntut ilmu seperti umat Islam jaman sekarang! Mereka dahulu justru dalam kondisi teratas dalam semangat mencari ilmu dan mengajarkannya. Orang pandai pada jaman itu merata! Dahsyatnya kualitas keimanan mereka diikuti dengan meningkat tajamnya keilmuan yang mereka miliki. Jumlah ulama sangat banyak.

Sebanding dengan jumlah munculnya para ilmuwan sains yang bergerak di berbagai bidang. Namun saat ini, ulama yang berkompeten dalam keilmuan agama sangatlah jarang. Yang sudah sedikit tersebut, masih harus terpencar-pencar di berbagai jamaah/harokah. Dan masing-masing jamaah tidak mau saling mengambil rujukan dari ulama-ulama dari harokah lainnya. Sungguh ironis.

Ketiga, kuat dalam aspek finansial. Sudah sering saya membahas hal ini dalam tulisan-tulisan saya yang lain. Kekuatan finansial adalah faktor yang sangat penting dalam membangun ekonomi umat. Tanpa kekuatan finansial maka kita sulit mendapatkan gizi terbaik, pendidikan terbaik, kesehatan terbaik, sarana dan prasarana yang terbaik. Ingat, bahwa berjihad pun membutuhkan harta. Maju berperang tanpa membawa senjata, sama saja bunuh diri. Nah, darimana modal sebanyak itu jika kita terus menjadi umat yang miskin?
Ingat, ada 9 dari 10 orang sahabat Rasulullah Saw yang dijamin masuk surga adalah pengusaha kaya.

Mereka adalah orang-orang yang kuat secara finansial. Kekayaan mereka tidak melupakan mereka dari Allah Swt. Lihat saja bagaimana mereka berinfaq! Disaat Umar bin Khattab berinfaq separuh harta yang dia miliki, Abu Bakar malah menginfaqkan seluruh hartanya. Benar-benar mental kaya yang benar dalam Islam. Mereka begitu berkeyakinan kuat bahwa nantinya pasti Allah Swt akan mengganti harta yang mereka infaqkan.

Keempat, kuat secara fisik. Biasanya definisi kuat fisik inilah yang terbesit pertama kali di benak kita ketika mendengar kata “kuat”. Memang tidak salah. Tapi bukan kuat yang paling utama dalam menyelesaikan problematika umat.

Kuat secara fisik dalam kata lain adalah sehat secara jasmani. Kita jelas akan sangat terbelakang jika umat ini hanya kumpulan orang-orang yang sakit-sakitan. Meski menjadi ustad, pengusaha, ataupun profesor yang handal, tetap saja ironis jika hari-harinya penuh dengan keluhan penyakit masuk angin, flu, batuk, pilek, sampe yang berat-berat ala kanker, kencing manis, jantung, hipertensi, dll. Yang kalo dirunut kebelakang, hanya gara-gara tidak pernah menjaga makanan dan jarang mau berolahraga. Kedua hal ini sering diremehkan. Padahal sudah pasti paham bahwa itu semua penting. Rasulullah Saw bahkan menyunnahkan berbagai macam jenis olahraga, agar kita tahu betapa pentingnya hal itu. Agar fisik kita kuat, sehat, dan agar kita maksimal dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan olehNya.

Mungkin masih ada sederet definisi kuat yang mendukung tulisan yang sudah saya buat ini. Sah-sah saja untuk ditambahkan untuk diri anda sendiri. Namun yang terpenting dari ini semua adalah bahwa adakalanya kita menyisipkan dalam doa-doa kita sehari-hari untuk kelak diberikan kekuatan seperti yang telah

Rasulullah Saw sabdakan dalam haditsnya yang populer itu. Sambil kita mengingat definisi-definisi kuat yang kita inginkan bersama, yaitu kuat keimanan, keilmuan, finansial dan kuat fisik. InsyaAllah, kalau Allah Swt berkenan mengabulkan, maka saat itu pula umat ini akan bermunculan mukmin-mukmin yang kuat. Saat itu pula kita akan layak dipertimbangkan keberadaan kita dimata dunia. Terlebih dimata musuh-musuh Allah Swt dimuka bumi. InsyaAllah… []
 
sumber: undergroundtauhid.com

melawan israel dengan gravity di kota tegal


Walau tidak bisa melakukan aksi langsung untuk memprotes penindasan Israel. Beberapa kaleng cat semprot dan draft gambar ala kadarnya. Mereka menghentak jalanan dengan propaganda gambar bertuliskan dukungan untuk pembebasan Palestina.

Roy salah satu mobilisator dari kegiatan ini menjelaskan bahwa tujuan dari agenda graffiti ini untuk menunjukkan pada masyarakat keperdulian terhadap Palestina.

“ Alasan kenapa memilih tema Free Palestine, Karna memang kami peduli sama Palestina, kami ingin berbuat untuk palestina dengan cara dan batas kemampuan kami, kebetulan di Tegal sedang ramai Graffity banyak kru kru bomber juga di sana, tapi sejauh yang saya ketahui mereka menganggap ini adalah sebagai trend, ajang untung adu gengsi, jadi kesannya cuma buat main – main aja, tidak ada pesan yang mereka sampaikan “Seni Tanpa Suara” Buat saya itu suatu kesalahan, Lalu saya berfikir untuk membuat Graffity ” Free Palestine “, dengan tujuan mengajak mereka peduli dengan saudara – saudara kita disana, setidaknya mereka bisa memberi Doa.”

Bertempat di Bundaran Pakembaran, Slawi Kabupaten Tegal tulisan graffiti ” Palestine” tersebut sukses menghajar pintu sebuah ruko. Roy bersama kedua temannya Ojan Toples dan Do Chapro menghabiskan 11 kaleng Pilox yang mereka beli dari uang pribadi mereka. Dan mereka mengerjakannya dengan leluasa di siang hari.

Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Sejarah Graffiti

Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.

Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.

Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.

Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.

Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali kariernya dari kegiatan grafiti.

Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah
Urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.

Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, Amerika Serikat, telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal.

Graffiti Di Indonesia

Graffiti di indonesia sendiri sudah ada sejak pertengahan tahun 1980-an. Dan kembali marak ketika demam hiphop masuk ke Indonesia. Seiring waktu graffiti juga terus berkembang dan melahirkan seni jalanan mulai dari mural dan paste art di Indonesia. Salah satu seniman street art dari Ghurabaa (Militant Tauhid) Seto Buje mengatakan bahwa peran graffiti dan street art ini sangat baik untuk bisa difasilitasi ke kalangan remaja.

“Daripada di larang, mending difasilitasi. dulu juga zaman anak STM melakukan corat coret, pemerintah pernah memiliki program tembok corat coret di jakarta. Harusnya jika pemerintah serius seniman jalanan ini bisa menjadi aset pariwisata karena dalam dunia internasional graffiti dan street art seperti ini memiliki festivalnya sendiri. dan ini sangat positif”

Seto juga menjelaskan agar masyarakat tidak memberikan penilaian negatif terhadap para bomber (sebutan bagi pelaku graffiti).

“Setiap ekspresi para bomber adalah nilai artistik yang bercampur dengan banyak ekspresi seni. ketika ini ditempatkan pada tempat yang tepat, maka graffiti juga memiliki ruangan edukasi yang baik bagi pertumbuhan remaja untuk menyalurkan kegemaran dan bakat seninya ke jalur yang positif” Jelasnya kepada UndergroundTauhid.com

Seto juga menilai bahwa graffiti karya Roy dan kawan – kawan di tegal ini memang belum bisa dikatakan profesional, tapi Seto tetap mengacungkan kedua jempolnya terhadap semangat menjadikan seni sebagai sarana dan senjata perlawanan terhadap zionis Israel.

“ jarang ada graffiti yang mengangkat isu-isu atau tema-tema sosial yang terjadi disekitar kita. kebanyakan graffiti hanya sebagai eksistensi dan ekspresi seni si seniman graffiti. padahal ruang pamer graffiti adalah tempat-tempat publik yang sering dilihat orang. graffiti yang dikemas sedemikian rupa hingga memiliki pesan tertentu yang dapat memberi kesadaran pada masyarakat, menurut saya memiliki nilai plus tersendiri” jelas lelaki yang juga merupakan bomber Paste Art ini.

Roy sendiri menargetkan akan melakukan bomber graffiti di Ibu Kota Jakarta dengan tema Intifadhah. Hanya waktunya kapan beliau belum mau mengatakan.

Ilustrasi : Foto hasil graffiti Roy dan kawan kawan di Kota Tegal 

sumber:http://www.undergroundtauhid.com

 Walau tidak bisa melakukan aksi langsung untuk memprotes penindasan Israel. Beberapa kaleng cat semprot dan draft gambar ala kadarnya. Mereka menghentak jalanan dengan propaganda gambar bertuliskan dukungan untuk pembebasan Palestina.

Roy salah satu mobilisator dari kegiatan ini menjelaskan bahwa tujuan dari agenda graffiti ini untuk menunjukkan pada masyarakat keperdulian terhadap Palestina.
“ Alasan kenapa memilih tema Free Palestine, Karna memang kami peduli sama Palestina, kami ingin berbuat untuk palestina dengan cara dan batas kemampuan kami, kebetulan di Tegal sedang ramai Graffity banyak

kru kru bomber juga di sana, tapi sejauh yang saya ketahui mereka menganggap ini adalah sebagai trend, ajang untung adu gengsi, jadi kesannya cuma buat main – main aja, tidak ada pesan yang mereka sampaikan “Seni Tanpa Suara” Buat saya itu suatu kesalahan, Lalu saya berfikir untuk membuat Graffity ” Free Palestine “, dengan tujuan mengajak mereka peduli dengan saudara – saudara kita disana, setidaknya mereka bisa memberi Doa.”

Bertempat di Bundaran Pakembaran, Slawi Kabupaten Tegal tulisan graffiti ” Palestine” tersebut sukses menghajar pintu sebuah ruko. Roy bersama kedua temannya Ojan Toples dan Do Chapro menghabiskan 11 kaleng Pilox yang mereka beli dari uang pribadi mereka. Dan mereka mengerjakannya dengan leluasa di siang hari.

Grafiti (juga dieja graffity atau graffiti) adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Sejarah Graffiti

Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.

Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.

Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.

Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.

Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali kariernya dari kegiatan grafiti.

Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah Urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.

Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, Amerika Serikat, telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal.

Graffiti Di Indonesia

Graffiti di indonesia sendiri sudah ada sejak pertengahan tahun 1980-an. Dan kembali marak ketika demam hiphop masuk ke Indonesia. Seiring waktu graffiti juga terus berkembang dan melahirkan seni jalanan mulai dari mural dan paste art di Indonesia. Salah satu seniman street art dari Ghurabaa (Militant Tauhid) Seto Buje mengatakan bahwa peran graffiti dan street art ini sangat baik untuk bisa difasilitasi ke kalangan remaja.

“Daripada di larang, mending difasilitasi. dulu juga zaman anak STM melakukan corat coret, pemerintah pernah memiliki program tembok corat coret di jakarta. Harusnya jika pemerintah serius seniman jalanan ini bisa menjadi aset pariwisata karena dalam dunia internasional graffiti dan street art seperti ini memiliki festivalnya sendiri. dan ini sangat positif”
Seto juga menjelaskan agar masyarakat tidak memberikan penilaian negatif terhadap para bomber (sebutan bagi pelaku graffiti).

“Setiap ekspresi para bomber adalah nilai artistik yang bercampur dengan banyak ekspresi seni. ketika ini ditempatkan pada tempat yang tepat, maka graffiti juga memiliki ruangan edukasi yang baik bagi pertumbuhan remaja untuk menyalurkan kegemaran dan bakat seninya ke jalur yang positif” Jelasnya kepada UndergroundTauhid.com

Seto juga menilai bahwa graffiti karya Roy dan kawan – kawan di tegal ini memang belum bisa dikatakan profesional, tapi Seto tetap mengacungkan kedua jempolnya terhadap semangat menjadikan seni sebagai sarana dan senjata perlawanan terhadap zionis Israel.

“ jarang ada graffiti yang mengangkat isu-isu atau tema-tema sosial yang terjadi disekitar kita. kebanyakan graffiti hanya sebagai eksistensi dan ekspresi seni si seniman graffiti. padahal ruang pamer graffiti adalah tempat-tempat publik yang sering dilihat orang. graffiti yang dikemas sedemikian rupa hingga memiliki pesan tertentu yang dapat memberi kesadaran pada masyarakat, menurut saya memiliki nilai plus tersendiri” jelas lelaki yang juga merupakan bomber Paste Art ini.

Roy sendiri menargetkan akan melakukan bomber graffiti di Ibu Kota Jakarta dengan tema Intifadhah. Hanya waktunya kapan beliau belum mau mengatakan.

Ilustrasi : Foto hasil graffiti Roy dan kawan kawan di Kota Tegal 

Film Anti-Islam dan Perlawanan Cerdas Kaum Muslim

Beredarnya film “Innocence of Muslims”menjadi bukti bahwa dari tahun ke tahun, Barat tidak pernah takut menghina dan melecehkan Islam. Meskipun umat Islam akhirnya bergejolak, memprotes dan melawan pihak yang bertanggungjawab terhadap perilisan film tersebut, tetap saja aksi-aksi itu tidak memberikan dampak besar terhadap counter perang pemikiran yang dilakukan Barat.

Malah jika respon yang dilakukan umat Islam tidak cerdas, justru akan memperburuk citra Islam di mata dunia. Menguatkan persepsi bahwa memang benar Islam itu agama yang sadis, jahat, dan tidak berprikemanusiaan.

Dalam upaya melancarkan serangan ghazwul fikri, Barat tidak pernah melupakan media film sebagai alat untuk mencitrakan buruk Islam. Dahulu di Belanda, film Fitna yang disutradarai oleh Geert Wilder tahun 2008-an juga sempat memicu kecaman diberbagai penjuru dunia. Di sana Wilder hanya butuh 17 menit saja untuk memutar balik ayat Al-Quran dengan merepresentasikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kekerasan, teror, anti-semitisme, dan sadis terhadap perempuan. Respon umat Islam ketika juga sama: demonstrasi dimana-mana untuk mengecam beredarnya film Fitna yang memfitnah umat Islam.

Reaksioner  umat Islam


Reaksi umat Islam terhadap film-film yang menghina Islam selama ini selalu ditunjukkan dengan menggalang aksi protes diberbagai penjuru dunia yang mayoritas muslim. Bahkan baru-baru ini aksi protes di Libya dan Mesir sampai merenggut korban jiwa. Di Yaman, protes umat Islam dilakukan dengan cara membakar bendera Amerika, menghancurkan kedutaan Amerika dengan melempari batu dan membakar lima mobil yang menerobos gerbang utama komplek kedutaan.

Memang sebagai seorang Muslim tidak boleh diam begitu saja melihat musuh-musuh Islam leluasa melecehkan Rasulullah Saw dan syariat yang dibawanya. Bahkan jika ada seorang muslim yang diam saja melihat agamanya diinjak-injak oleh musuh, berarti perlu dipertanyakan kembali tentang keimanan orang tersebut.  Dalam kata lain, pemahaman prinsip al-wala’ wal bara’-nya telah cacat. Maka bereaksi MARAH adalah sebuah kewajiban bagi siapapun yang mengaku sebagai Muslim.
Namun, reaksi marah yang bagaimanakah yang benar?

Banyak di antara umat Islam yang belum memahami bahwa reaksi-reaksi berlebihan ketika memprotes film-film penghina Islam tersebut memang menjadi tujuan dari para pembuatnya. Semakin keras reaksinya, maka semakin kuat bukti bahwa memang Islam adalah agama kekerasan, sadis dan syarat dengan terorisme.

Gambaran-gambaran demonstrasi brutal yang dilakukan oleh umat Islam di berbagai perjuru dunia akan dengan mudahnya di-capture oleh wartawan-wartawan Barat, mengemasnya dalam bentuk berita aktual yang siap untuk disiarkan di negara mereka masing-masing lengkap bersama dengan narasi pembenaran tentang citra Islam yang buruk.

Sangat mudah bagi media-media Barat untuk melakukan itu semua. Dalam sekejap saja, opini buruk tentang Islam justru akan lebih cepat terbentuk dibandingkan dengan opini tentang jahatnya si produser film-film anti-Islam tersebut.

Dalam ilmu komunikasi, hal ini dikenal dengan kemampuan media dalam mencitrakan buruk suatu pihak
hingga pihak tersebut serba salah dalam bersikap. Jika mereka bereaksi keras, justru membenarkan bahwa isu itu memang benar. Tapi disisi lain, jika pihak yang disudutkan itu diam saja, tetap saja akan membuat orang lain berpikir, “Nah kan, mereka tidak menyangkal. Berarti memang benar seperti itu gambaran dalam film tersebut.”

Kita harus mengambil pelajaran empat tahun yang lalu, ketika Geert Wilder justru melejit popularitas dirinya gara-gara film anti-Islam yang dibuatnya itu. Bahkan konon malah membuat dirinya terpilih dalam pemilu di negaranya. Reaksi keras yang dilakukan umat Islam seolah justru ‘membantu’ dirinya menjadi lebih populer. Pengunduh film Fitna di internet semakin membludak. Lagi-lagi keuntungan ada di pihak musuh.

Respon kita seharusnya lebih cerdas

Media film adalah media yang memiliki pengaruh luar biasa dalam membentuk persepsi di benak audiens-nya. Di Amerika, film bisa menggantikan posisi orangtua maupun para pendidik di sekolah dalam mengajarkan segala hal yang dibelum diketahui oleh anak-anak.

Oleh karenanya, film sudah sejak ratusan tahun yang lalu dijadikan alat Barat untuk memenangkan kepentingan-kepentingannya. Bagi produsen-produsen film di Barat, film bukan hanya sekedar industri hiburan semata namun syarat dengan muatan ideologis.

Jika kita mau jeli, ada ratusan film yang diproduksi Hollywood digunakan untuk mencitrakan buruk dunia Arab (baca: Islam).

Jack Shaheen, dalam bukunya berjudul Reel Bad Arab mengatakan bahwa ada lebih dari 900 judul film sejak 1896 hingga saat ini yang sengaja dibuat untuk mewajahburukkan orang-orang Arab. Ini berarti masalah film “Innocence of Muslims” bukanlah isu baru bagi Barat. Bagi mereka ini hal biasa. Sampai kapanpun, jika bentuk perlawanan muslim masih sekedar dalam bentuk aksi demonstrasi atau aksi fisik yang destruktif tetap dilakukan, itu justru membantu mereka dalam pembenaran citra Islam yang buruk yang sedang mereka bangun dalam berbagai cinema.

Kita pasti tidak ingin dikenal sebagai umat yang hanya bisa “menggertak sambal” saja. Pedas, tapi cuma sebentar. Setelah aksi, besoknya hilang tak berbekas. Tetap saja tidak ada perubahan. Sedangkan musuh-musuh Islam bermain di ranah yang lebih intelek.

Strateginya disusun dengan sangat rapi. Maka respon yang cerdas, seharusnya tidak dengan melakukan tindakan destruktif. Perlawanan yang cerdas adalah dengan mengimbangi kemarahan kita dengan semangat mempelajari dan membangun media Islam. Meski tidak melarang rasa marah ketika Nabi kita dihina, sebaiknya pemikiran harus dilawan dengan pemikiran. Film harus dilawan dengan film. Hegemoni harus di-counter hegemoni juga. Pencitraan harus dilawan dengan pencitraan. Selanjutnya tinggal Allah Ta’ala yang memberi kemenangan. Wallahu a’lam.*

Penulis adalah Pimred undergroundtauhid.com dan dosen jurusan komunikasi di salah satu perguruan tinggi di Surabaya

sumber: http://www.undergroundtauhid.com

Siapakah Presiden AS Paling "Hijau?"

Hijau bukan dalam artian muda. Melainkan paling peduli terhadap keberlangsungan lingkungan negaranya.

presiden amerika serikat,theodore teddy rooseveltPresiden Amerika Serikat ke-26 Theodore “Teddy” Roosevelt. (Thinkstockphoto)

Tujuh bulan jelang pemilihan presiden Amerika Serikat, sebuah majalah yang berbasis di Toronto, Kanada, Corporate Knights, menggelar jajak pendapat. Isi pertanyaannya adalah: siapa presiden AS paling "hijau?"
Hijau bukan dalam artian muda. Melainkan paling peduli terhadap keberlangsungan lingkungan negaranya. Hasilnya dari 44 presiden dalam 223 tahun, Presiden Amerika Serikat ke-26 Theodore “Teddy” Roosevelt dinobatkan sebagai paling "hijau" dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Presiden yang menjabat sejak tahun 1901 hingga 1909 ini dianggap berjasa dalam menetapkan kebijakan konservasi untuk sumber daya alam AS. Disusul kemudian oleh Richard Nixon, presiden AS ke-37. Ia mendirikan Agensi Perlindungan Lingkungan (EPA). Juga menandatangani kebijakan undang-undang lingkungan yang menjadi hukum tetap.

Jajak pendapat dilakukan melalui survei pada 12 organisasi lingkungan. Masing-masing organisasi mengirimkan satu wakilnya untuk memberikan suara. "Menentukan presiden terhijau cukup menyulitkan," ujar Tyler Hamilton, Pemimpin Redaksi Corporate Knights.

Ditambahkannya, penilaian yang menyulitkan adalah menentukan antara niat dan aksi seorang presiden dalam melestarikan lingkungan. Jimmy Carter misalnya, Presiden AS ke-39 itu punya niat terbaik untuk kebijakan hijau. Namun, kesuksesannya terbatas jika dibandingan Nixon.
"Ia (Nixon) tak punya jiwa hijau di tubuhnya, tapi secara politis termotivasi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan," kata Hamilton.

Menurut Mark Tercek, CEO dari The Nature Conservancy, semua orang di dunia tergantung pada alam dan lingkungan. Ini semua demi keberlangsungan hidup dan kesejahteraannya.
(Zika Zakiya. Sumber: Corporate Knight)
 

Be Fans

Anggota

Clock

my hamster